Senin, 07 Mei 2018

Membuka Toko Tanaman Hias Sendiri

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, bisnis tanaman hias masih menjadi bisnis yang sangat potensial di masa yang akan datang.  Namun jika Anda ingin serius menekuni bisnis ini, sebaiknya Anda pelajari terlebih dahulu seluk belum bisnis ini dengan baik. Selain itu, persiapkan semuanya agar Anda tidak terjebak hanya pada trend bisnis tanaman hias yang terkadang bersifat sesaat.
Pada dasarnya, persiapan dalam membuka suatu usaha hampir sama, hanya pada beberapa pokok yang sedikit berbeda. Untuk urusan hobi jadi bisnis seperti pada umumnya permulaan bisnis tanaman hias ini, Anda harus memperhatikan beberapa persiapan khusus. Coba perhatikan beberapa poin penting di bawah ini agar lebih mudah dalam memulai bisnis tanaman hias.

1. Pengetahuan yang Cukup Tentang Tanaman Hias

Sulit rasanya jika Anda ingin membuka usaha pada bisnis tanaman hias namun sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang tanaman itu sendiri. Mungkin semua bisnis juga seperti itu, namun dalam kaitannya dengan bisnis tanaman hias, tidak bisa ditunda lagi.
Anda harus memiliki pengetahuan dasar yang mumpuni untuk memulai membuka usaha tersebut. Karena jika tidak memiliki dasar pengetahuan yang cukup tentang tanaman hias, tidak menutup kemungkinan tanaman hias yang akan Anda jadikan bisnis bisa layu atau bahkan bisa mati sebelum terjual.
Saran saya, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai tanaman hias. Bagaimana cara merawatnya, bagaimana cara menjadikannya lebih indah dan lainnya. Anda bisa browsing, atau lebih mantab lagi jika Anda langsung berguru pada ahli atau yang sudah berpengalaman. Itu akan lebih memudahkan Anda dalam membuka bisnis tanaman hias ini.


2. Lokasi yang Strategis

Lokasi bisa menjadi salah satu kunci sukses dalam menjalankan bisnis tanaman hias. Sudah tentu lokasi yang potensial adalah lokasi yang ramai atau mudah dijangkau oleh calon konsumen. Namun jika terpaksa Anda tidak memiliki lokasi seperti kualifikasi tersebut, Anda bisa memanfaatkan yang ada terlebih dahulu.
Anda bisa memanfaatkan rumah Anda sebagai lokasi usaha untuk sementara waktu. Pertimbangkan luas area yang akan Anda manfaatkan untuk usaha. Karena berbisnis tanaman hias sedikit membutuhkan area yang lebih luas sebagai tempat memajang tanaman Anda.
Selain pertimbangan di atas, yang perlu Anda perhatikan juga adalah kesesuain suhu daerah Anda dengan tanaman hias yang akan Anda kelola. Jika tanaman tidak cocok dengan suhu, maka bisa dipastikan tidak akan maksimal atau bahkan bisa sampai mati.

3. Perhatikan Pemilihan Jenis Tanaman Hias

Pemilihan yang tepat bisa menjadikan bisnis tanaman hias bisa langgeng dan tetap eksis. Ada banyak jenis tanaman hias yang bisa menjadi komoditi bisnis yang menjanjikan. Jika misalnya Anda menentukan bunga sebagai bisnis yang akan Anda tekuni, maka pilihlah bunga yang memiliki daya jual stabil dan tidak hanya musiman semata. Selain itu, karena Anda masih pada tahap memulai, biaya perawatan dalam merawat tanaman hias juga bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan.
Atau jika dirasa terlalu berat dalam mengelola beberapa jenis bunga sekaligus, Anda bisa memulainya dengan fokus terlebih dahulu dengan satu atau dua jenis tanaman hias. Baru setelah dirasa ada perkembangan yang bagus, Anda bisa menambah jenis tanaman hias baru.


4. Persiapkan Media Tanam Untuk Tanaman Hias
Media tanam adalah hal utama dalam berbisnis tanaman hias. Media tanam yang berkualitas akan bisa menjaga tanaman Anda tetap subur dan segar. Jadi Anda harus memahami juga berapa kebutuhan media tanam untuk tanaman yang Anda persiapkan.
Seberapa besar kebutuhan akan media tanam, bagaimana efisiensi dan efektifitasnya juga harus Anda ketahui dengan seksama. Jika Anda sudah mampu membuat media tanam sendiri, itu akan jauh lebih bagus dan bisa lebih meminimailisir biaya dalam persiapan bisnis tanaman hias.
Itulah sedikit tips sederhana untuk persiapan Anda jika ingin menekuni bisnis tanaman hias. Pastikan semuanya sudah tersiapkan dengan matang agar ketika Anda memulainya sudah tidak ada lagi ganjalan yang dirasa masih kurang dalam persiapan.

sumber:https://www.maxmanroe.com/ingin-menjalankan-bisnis-tanaman-hias-inilah-4-syarat-suksesnya.html

Penjualan Tanaman Hias Dengan Kreatif

Berjualan tidak hanya sekadar laku barang yang dijual, tapi yang lebih penting adalah bagaimana cara untuk memasarkannya. Seperti penjual tanaman hias, tak hanya sekadar ada transaksi jual beli saja, namun menjual tanaman untuk hiasan ini harus memiliki kreativitas dan inovasi, sehingga para pembeli tertarik untuk datang membeli.
Seperti para pedagang tanaman hias di Jalan Veteran, Susi mengatakan, ia selalu membuat kreativitas supaya pengunjung tertarik dengan tanaman hias yang ia jual, salah satunya ia sekarang ini memajang tanaman seperti bunga anggrek, bunga kaktus, dan bunga-bunga lainnya di sebuah tiang yang ada kawat besi melingkar, dari gabungan lingkaran tersebut memiliki sudut.
Satu tiang berisi sekitar 4 hingga 5 rak dari atas ke bawah, dan setiap rak biasanya berisi sekitar 5 sampai 8 lubang yang nantinya dapat ditempati pot-pot bunga. "Ini kan membentuk sudut, jadi kalau dilihat dari sisi atau sudut di sini akan nampak bunga anggrek, kalau dari sisi sini terlihat anggrek bulan. Sehingga jika dipandang dari bebera sudut yang berbeda akan kelihatan bagus," tutur wanita yang berjualan sejak tahun 2010.
Selain itu, ia memilik sekitar empat petak lahan yang diisi berbagai jenis tanaman. Namun untuk penataannya ia sesuaikan dengan jenis tanaman tersebut, misalnya tanaman yang berpohon ditempatkan di pinggir sendiri, bunga anggrek akan diletakkan bersama bunga anggrek lainnya dibuat bergantungan. "Ini tanaman saya taruh sesuai jenis bunganya, jadi kelihatan bagus," imbuh Susi.
Kemudian, ia juga memberi jarak antara jenis bunga satu dengan yang lain, sehingga ada jalan yang dapat dilalui pembeli yang ingin memilih tanaman tersebut. Dari hasil penjualan bunga ia bisa mendapatkan hasil sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta perhari.
Sedangkan di tempat yang berbeda, Ira menyampaikan, untuk menarik pengunjung selain memberi jarak atau jalan yang dapat dilalui, biasanya ia meletakkan tanaman yang sedang berbunga ditaruh bagian paling depan. "Seperti itu bunga mawar yang sedang berbunga, saya tempatkan di baris paling depan supaya telihat indah," tutur wanita asal Desa Banjarsari tersebut.
Ia juga menambahkan, jika keadaan sepi biasanya ia bisa mendapatkan uang Rp1 juta perhari. "Namun jika ramai bisa mencapai sekitar Rp3 juta," tutup Ira.

sumber: https://kumparan.com/blokbojonegoro/jual-tanaman-hias-butuh-kreativitas

Pengenalan Tanaman Hias Melalui Media Sosial

Bagi pengusaha Tanaman Hias yang serius mengembangkan bisnis Tanaman Hias, mereka menyadari bahwa aktivitas pemasaran dan promosi usaha Tanaman Hias harus dilakukan lewat berbagai cara untuk mencapai kesuksesan. Di halaman ini, kami akan memberikan 50 cara mempromosikan usaha Tanaman Hias agar usaha Tanaman Hias tersebut mencapai kesuksesan.
Namun sebelum kami menjelaskan lebih jauh, izinkan kami memberikan penjelasan sedikit tentang Strategi Pemasaran. Pemasaran (menurut Wikipedia) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran (dari sudut pandang penjual):
1. Tempat yang strategis (place),
2. Produk yang bermutu (product),
3. Harga yang kompetitif (price), dan
4. Promosi yang gencar (promotion).
Dari sudut pandang konsumen:
1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants),
2. Biaya konsumen (cost to the customer),
3. Kenyamanan (convenience), dan
4. Komunikasi (comunication).
Saat ini ada satu strategi pemasaran yang sedang gencar dilakukan oleh banyak orang, yaitu berpromosi online melalui website. Anggaplah website adalah markas besar untuk bisnis Tanaman Hias Anda. Maka dengan adanya website, melalui cara-cara promosi yang akan segera kami sebutkan ini, Anda akan mempromosikan website sekaligus mempromosikan usaha Tanaman Hias. Dimana di website tersebut akan berisi produk, harga, layanan, alamat, testimoni, dan lain sebagainya. Mengapa demikian? Karena seharusnya website akan mendukung bisnis Tanaman Hias jika diintegrasikan antara promosi offline dan online.
Berikut beberapa alasan mengapa promosi website untuk Tanaman Hias perlu juga dilakukan secara offline dan online:
  1. Tidak semua calon konsumen potensial memiliki waktu untuk mencari website Anda, bahkan mungkin tidak mau susah-susah mencari. Ketika website Anda diingat pertama kali, maka mereka akan mencari cara untuk dapat mengakses website Anda dan jika beruntung, terjadilah transaksi.
  2. Tidak semua orang yang biasa menggunakan internet sekalipun mengerti cara memanfaatkan search engine untuk memenuhi kebutuhan mereka, bahkan mungkin tetap bertanya orang di sekitar mereka. Sehingga, jika Anda beruntung website Anda-lah yang akan diakses, dan terjadilah transaksi.
  3. Kini untuk menaikkan ranking di search engine sudah semakin ketat persaingannya sehingga kecil kemungkinan bagi calon konsumen untuk menemukan website Anda. Jika website Anda sudah ada di benak mereka, maka mereka tidak perlu lagi mencari apa yang mereka butuhkan melalui search engine.
  4. Hukum probablilitas untuk pemasaran berlaku. Semakin banyak orang mengenal website Anda melalui berbagai macam cara promosi, maka akan semakin banyak calon-calon konsumen yang akan menjadi konsumen serius.
  5. Dimana ada kesempatan bertemu dengan kesiapan, disitulah keberuntungan berada. Ungkapan ini mungkin cocok bagi Anda yang mempromosikan website melalui berbagai macam cara.

Ilustrasi Integrasi Promosi Offline dan Website (online)
Promosi (menurut Wikipedia) adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan. Tujuan promosi diantaranya adalah:
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba
3. Untuk mendapatkan konsumen baru dan menjaga kesetiaan konsumen
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
7. Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.
Nah, dari ketujuh tujuan promosi diatas, berikut adalah 50 teknik promosi website yang nantinya akan berisi profil bisnis Tanaman Hias Anda. Sehingga, begitu mereka mengakses website Anda, Anda juga sekaligus mempromosikan usaha Tanaman Hias Anda di website tersebut.
Ketika melakukan aktivitas promosi yang kami sebutkan dibawah, jangan lupa untuk selalu memberitahukan alamat website Anda ke calon konsumen Anda.
1. Memasang iklan baris di koran.
2. Memasang iklan di buku telepon (yellow pages).
3. Menyebarkan katalog promosi dan iklan di pusat perkulakan.
4. Mendekati calon konsumen lewat telepon secara aktif.
5. Mendatangi langsung konsumen yang potensial.
6. Berpromosi lewat surat (direct mail).
7. Menjadi pembicara di seminar, dan bicarakan hal-hal yang hanya dikuasai.
8. Menjadi pembicara tamu acara dialog di radio.
9. Membuat data konsumen lengkap dengan alamat dan kontaknya. Jaga terus agar tetap up to date.
10. Membangun citra perusahaan dengan kop surat yang menarik.
11. Merancang brosur yang menjelaskan keuntungan produk.
12. Mengembangkan cara pemesanan lewat jarak jauh (delivery) seperti lewat surat, email, SMS, Telpon, BBM atau media lainnya
13. Membuat tempat khusus untuk memamerkan usaha Tanaman Hias
14. Merancang pemasaran jarak jauh (telemarketing)
15. Membuat logo perusahaan sesuai dengan citra yang dibangun
16. Menerbitkan bulletin yang berkaitan dengan usaha yang dimiliki, paling tidak 3 bulan sekali
17. Mencetak kalender dan membagikannya sebagai souvenir.
18. Membuat kampanye sosial yang berkaitan dengan bisnis Tanaman Hias.
19. Membuat stiker dengan logo dan slogan perusahaan dan membagikannya
20. Membuat kaos dengan logo dan nama perusahaan lalu membagikannya.
21. Menjajaki promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
22. Memasang iklan di media cetak mingguan atau bulanan seperti majalah, bulletin, atau tabloid.
23. Memanfaatkan promosi patungan untuk menghemat biaya promosi
24. Berterimakasih pada konsumen dengan mengirimi surat
25. Menjaga hubungan dengan konsumen dengan mengirimkan kartu ucapan
26. Memasang profil perusahaan di Koran dan majalah yang biasa di baca calon konsumen sasaran
27. Menyewa agen periklanan atau humas (Public Relation)
28. Menyelenggarakan kontes atau sayembara yang bersifat promosi
29. Menyelenggarakan seminar yang khusus membahas produk atau jasa yang ada di perusahaan
30. Menyelipkan brosur, katalog promosi atau bahan promosi lain ke dalam tagihan yang dikirim
31. Mencari calon konsumen di pameran-pameran.
32. Mencari calon konsumen di perkumpulan atau komunitas yang berhubungan dengan bisnis Tanaman Hias
33. Menari calon konsumen di seminar-seminar.
34. Mencari konsumen potensial di majalah atau koran
35. Mengemas brosur, daftar harga, dan surat menyurat dalam tempat khusus untuk konsumen.
36. Memasang papan penunjuk yang mengarahkan ke kantor Anda.
37. Menyebarkan brosur yang diselipkan di wiper kaca mobil.
38. Mencetak kalimat bersifat promosi pada kertas promosi atau amplop.
39. Memasang logo dan nama perusahaan di kendaraan perusahaan.
40. Membuat daftar produk, lengkap dengan gambar.
41. Menyiapkan video tentang profil perusahaan.
42. Menyiapkan proposal yang ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen.
43. Menyiapkan contoh produk gratisan.
44. Menyediakan kesempatan pada calon konsumen untuk melihat-lihat proses produksi.
45. Mensponsori acara amal.
46. Menyebarkan kartu nama ke kenalan, saudara, teman, atau siapa saja.
47. Membuat mug dan membagikannya sebagai cinderamata
48. Membuat topi sebagai hadiah
49. Menerbangkan balon berisi logo perusahaan pada acara-acara tertentu
50. Beriklan di media elektronik seperti radio dan televisi
51. Pasang papan iklan di reklame, halte bus, dan tempat-tempat strategis
Demikianlah 51 cara promosi bisnis Tanaman Hias dan strategi pemasarannya. Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi Anda dalam menjalankan usaha Tanaman Hias. Apabila Anda tertarik, kami siap membantu membangun website untuk usaha Tanaman Hias Anda.
Bersama kami para pelaku bisnis Tanaman Hias dapat melakukan memanfaatkan media online tanpa harus menguasai seluruhnya ilmu-ilmu (web design dan programming) yang bagi kebanyakan orang rumit dan butuh waktu lama untuk mempelajarinya.
Kami akan membantu Anda mengembangkan desain layout website, mendaftarkan domain dan hosting. Semua informasi dari Anda, baik berupa teks maupun gambar akan kami tuangkan dalam karya menjadi sebuah website yang menarik, interaktif dan bisa di akses di seluruh dunia setiap saat selama 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan. Bandingkan dengan toko atau kantor yang hanya bisa diakses oleh calon konsumen selama 8 jam sehari, 6 hari seminggu, dan 24 hari sebulan. Sangat masuk akal jika semakin banyak waktu profil bisnis kita diakses, maka akan semakin banyak pula peluang untuk mendapatkan konsumen baru.
Jika Anda sudah siap, segera mengisi Form Request Proposal. Setelah kami menerima Request Proposal, kami segera mengirimkan Proposal Penawaran Terbaik ke email Anda secara detail berdasarkan informasi yang kami terima dari form Request Proposal. Segera isi form Request Proposal sekarang juga.

sumber: http://www.beresweb.com/50-cara-promosi-bisnis-tanaman-hias-dan-strategi-pemasarannya/

Pengenalan Tanaman Hias Melalui Acara Rutin

Sebagai penduduk dari negara beriklim tropis tentunya bercocok tanam sudah menjadi kegiatan bagi sebagian besar masyarkat Indonesia. Sekedar menanam sampai sengaja untuk dijual, becocok tanam memang menjadi kegiatan rutin di sini. Bagaimana tidak? Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki tanah yang subur dan baik untuk ditanami berbagai tanaman sesuai iklimnya. Tentunya hal ini membawa peluang tersendiri bagi anda yang berlokasi di kawasan yang berpotensi untuk bercocok tanam. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa dikembangkan sebagai usaha untuk anda. Tanaman-tanaman inilah yang biasa digunakan oleh masyarakat umum untuk melengkapi berbagai acara sampai sekedar menghiasi salah satu sudut di rumah. Oleh karena itu mereka disebut tanaman hias. Jika anda tertarik untuk menanam aneka tanaman hias untuk menjadi salah satu usaha anda, inilah artikel yang tepat untuk anda. Jika anda masih belum tahu tanaman hias apakah yang akan anda tanam, perhatikan jenis tanaman hias di bawah ini yang mungkin bisa menjadi salah satu pilihan anda:
  1. Mawar


  2. Tentunya anda tidak akan asing dengan bunga yang satu ini. Hampir di segala acara pastinya anda akan menemuinya, mulai dari acara kelahiran anak, pesta pernikahan, upacara graduasi sampai kematian. Bunga mawar memiliki keindahan yang sangat umum bagi banyak orang, wanginya yang tidak neko-neko dan juga mudah untuk diaplikasikan ke berbagai acara karena memang banyak warna yang dimilikinya seperti merah, kuning, putih, hijau, ungu, biru dan bahkan ada warna hitam. Jika anda berniat untuk menanam bunga mawar sebagai sumber penghasilan anda, anda harus melihat iklim yang ada di daerah anda. sebenarnya bunga mawar tidak memiliki syarat yang rumit untuk ditanam, cukup perhatikan pupuk dan juga jadwal penyiramannya.
  3. Anggrek


  4. Cukup sering bukan anda melihat dan juga mendengar tentang tanaman hias satu ini? Mulai dari variasi yang bermacam-macam sampai harganya yang lumayan bikin pusing. Bagaimanapun juga anggrek merupakan salah satu tanaman yang paling digemari karena kecantikannya. Tidak heran bahwa banyak orang yang memiliki tempat khusus di taman mereka untuk tanaman hias satu ini. Jika anda tertarik untuk mengembangkan bisnis anggrek, pastikan bahwa daerah anda memiliki kapasitas yang baik untuk menanam dan mengembangkannya. Anggrek juga masuk jajaran tanaman yang sedikit rewel dalam hal perawatan. Jika anda tidak memperhatikannya, tentunya hasilnya tidak akan terlalu baik. Oleh karena itu, anda harus memberikan perhatian ekstra untuk tanaman hias satu ini.
  5. Krisan


  6. Krisan atau aster cukup populer di Indonesia karena masuk dalam salah satu tanaman hias dalam pot yang cukup cantik. Berbagai variasi warna dimiliki oleh bunga yang memiliki nama lain Chrysanthemum. Selain itu, ia tidak memiliki spesifikasi yang sulit untuk ditanam. Cukup dengan merawatnya dengan rutin menyirami dan memberikan kompos ynag sesuai dengan yang dibutuhkan. Tanaman hias ini juga sering digunakan dalam acara-acara di sini. oleh karena itu tentunya permintaan akan bunga ini sangatlah tinggi. Bunga krisan juga tidak terlalu membutuhkan iklim yang terlalu dingin. Karena itu, banyak masyarakat yang membudidayakannya. Akan sangat menghasilkan jika anda mencoba untuk menanam dan membuat usaha di bidang ini.
    sumber: https://gandengtangan.org/blog/jenis-tanaman-hias/

Minggu, 06 Mei 2018

Pengenalan Tanaman Hias Ke Lingkungan Terdekat

Tahap pertama dimulai dengan yang kecil, kenalkan lidah buaya kepada teman-teman dekat, teman sekolah, tetangga di sekitar komplek, atau teman bermain. Berilah sedikit tes produk agar mereka bisa mencicipi produk buah buatan Anda supaya mereka tertarik membeli.

Bila produk mulai bisa di terima dan banyak penggemar, mulailah merambah pasar baru dengan menitipkannya di warung, di toko, atau di kantin sekolah
Manfaatkanlah teknologi internet dan social network seperti facebook dan twiter sebagai sarana penjualan yang lain. Perbanyaklah teman dan follower, untuk memperluas pemasaran. Bisa juga dengan membuat blog gratis atau website yang berbayar dengan relatif terjangkau harganya.

Gunakan penjualan yang kreatif yang hanya sedikit orang menjalaninya. Sebagai contoh bisa memanfaatkan munculnya fenomena "Pasar Kaget" dihampir setiap kota di Indonesia, juga saat ada momen "Car Free Day", atau pada kesempatan lainnya.

sumber : https://firda253.blogspot.co.id/2018/04/pengenalan-tanaman-hias-ke-lingkungan.html

Perhitungan Laba/Rugi Tanaman Hias

LAPORAN LABA RUGI
Laporan laba rugi pada perusahaan dagang menyajikan informasi mengenai penjualan harga pokok, penjualan beban usaha, pendapatan lain-lain danbiaya lain-lain untuk mengetahui laba atau rugi
MANFAAT PERHITUNGAN LABA RUGI
  1. Menilai rentabilitas perusahaan: kemampuan perush dlm menghasilkan keuntungan
  2. Sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan.
  3. Sebagai alat untuk menakar ketepatan strategi yang dijalankan perusahaan.
  4. Sebagai dasar untuk memprediksi kinerja perusahaan
  5. Membantu melakukan penilaian resiko pencapai anaruskas perusahaan dimasa mendatang.
  6. Mengetahui perkembangan perusahaan keperiode berikutnya.
  7. Sebagai dasar untuk mengambil berbagai keputusan penting guna meningkatkan pencapaian perusahaan.
UNSUR-UNSUR POKOK LAPORAN LABA RUGI
  • PENDAPATAN
  adalah pertambahan nilai aktiva yang membuat nilai modal menjadi bertambah. Pendapatan terdiri dari 2 jenis yaitu pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha (sewa/bunga).
  • BEBAN
  adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil ekonomis. Beban terdiri dari 2 macam yaitu Beban Usaha dan Beban diluar usaha (biaya untuk membiayai kegiatan diluar usaha dan beban bunga).
BEBAN USAHA
  • BEBAN PENJUALAN
  Biaya yang digunakan untuk kegiatan penjualan seperti beban gaji, iklan, perlengkapan toko, beban penyusutan gedung toko, dan biaya lain-lain yang berhubungan dengan penjualan.
  • BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI
  Biaya yang tidak termasuk dalam penjualan, seperti biaya gaji bagian umum, biaya sewa, biaya surat menyurat.
CARA PERHITUNGAN LABA
  • LABA KOTOR
  Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok
  • LABA USAHA
  Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
  • LABA SEBELUM PAJAK
  LSB = Laba Usaha + (Pendapatan Non Usaha – Beban Non Usaha)
  • LABA BERSIH
  Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak (15%)
JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN
  1. Laporan Laba/Rugi
  2. Laporan Ekuitas
  3. Neraca
  4. Laporan Arus Kas
CARA MENGHITUNG LABA/ RUGI
  • Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Usaha
  • Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjaualan
  • Penjualan Bersih = Penjualan – Retur Penjualan dan Pengurangan Harga – Potongan Penjualan
  • Catatan Atas Laporan Keuangan
KONSEP LABA/RUGI
  1. Jika biaya lebih kecil dari penerimaan, maka akan lahir konsep LABA
  2. Jika biaya lebih besar dari penerimaan, maka akan lahir konsep RUGI
  3. Jika biaya sama dengan penerimaan, maka akan lahir konsep impas (Break Event Point)
RUMUS
  1. L = TR – TC
  • Keterangan:
  L  : Laba/Rugi
  TR  : Penerimaan Total
  TC  : Pengeluaran (Biaya Total)
  • Jika L negatif berartiRugi
     L positifberartiLaba
     L = 0 berartiImpas
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan modal selama satu periode akuntansi yang diakibatkan adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba usaha, dideritanya kerugian atau adanya penambahan investasi model.
  • Unsur-unsur perubahan modal:
– Modal Awal
– Laba/ Rugi (Usaha)
– Pengambilan pribadi
– Investasi Modal
– Modal Akhir
LAPORAN KEUANGAN NERACA
Adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada saat tertentu
LAPORAN ARUS KAS
Adalah menyajikan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama satu periode
sumber: https://annisadiandwil.wordpress.com/2014/04/27/cara-menghitung-laba-rugi-sebuah-usaha/

Penentuan Harga Jual Tanaman Hias

Perencanaan bisnis yang baik sangat diperlukan agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dengan baik. Dimulai dengan pencarian ide, penentuan jenis usaha, lokasi usaha, kapan memulai usaha, target pasar, sampai strategi pemasarannya. Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah masalah pengelolaan keuangan, termasuk di dalamnya perhitungan dari besaran biaya investasi dan operasional, sampai ketemu harga pokok produksinya, kemudian penentuan besaran margin, sehingga bisa ditentukan berapa harga jualnya.

                Perhitungan biaya produksi produk pada dasarnya sama untuk jenis apa pun, begitu pula dengan budi daya tanaman hias. Hanya sedikit perbedaannya. Biasanya kalau budi daya tanaman hias. Pengambilan marginnya lebih besar karena biaya operasional dan risikonya juga lebih besar.

                Biaya yang bagus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat/gedung, dll), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja dan overhead). Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, baik bahan baku utama, bahan tambahan maupun bahan kemasan.

                Semua biaya tersebut adalah komponen yang akan menentukan harga pokok produksi suatu produk. Kuantitas produk sangat memengaruhi harga pokok produksi, semakin besar kuantitasnya maka efisiensi akan semakin bisa ditekan, dan harga pokok produksi yang didapatkan akan makin kecil.

                Harga Pokok Produksi (HPP) dihitung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk. Penetapan Harga Jual Produk (HJP) diawali dengan penetapan HPP/unit dari setiap produk yang dibuat. HPP/unit adalah HPP dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya, pada satu kali produksi tanaman hias dengan HPP Rp.3.000.000,- dihasilkan 6.000 tangkai bunga, HPP/tangkai adalah Rp.3.000.000,- dibagi dengan 6.000 yaitu Rp 500,-. Harga jual adalah HPP ditambah dengan laba yang diinginkan. Jika misalnya ditentukan margin keuntungan 100%, harga jualnya adalah HPP + 0,5 (HPP), jadi harga jualnya adalah Rp1.000,- per tangkai bunga. Metode Penetapan Harga Produk secara teori dapat dilakukan dengan tiga pendekatan, berikut.
  • Pendekatan Permintaan dan Penawaran (Supply Demand Approach)

Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
  • Pendekatan Biaya (Cost Oriented Approach)

Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
  • Pendekatan Pasar (Market Approach)

Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang memengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, social budaya, dan lain-lain.
                Setelah dapat ditentukan harga pokok produksi (HPP), bisa ditentukan harga jual. Harga jual ini ditentukan dengan mempertimbangkan juga harga competitor dan besaran margin yang ingin diraih oleh perusahaan.


                Harga jual produk adalah sejumlah harga yang dibebankan kepada konsumen yang dihitung dari biaya produksi dan biaya lain di luar produksi seperti biaya distribusi dan promosi.
sumber foto :
http://blogcadiak.blogspot.co.id/2016/09/perhitungan-biaya-budi-daya-tanaman.html

sumber: https://www.firde7.xyz/2017/01/prakarya-dan-kewirausahaan-perhitungan.html